TANGAN EMAS: Siswa Kelas IX Berkebutuhan Khusus Ciptakan Karya Batik Penuh Makna
SMPN 25 Malang kembali menorehkan kisah inspiratif melalui karya luar biasa dari salah satu siswa kelas IX berkebutuhan khusus. Dengan ketelatenan, kesabaran, dan semangat yang mengagumkan, ia berhasil menciptakan karya batik yang indah dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi dan berkarya.
Program membatik yang dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan keterampilan dan karakter peserta didik ini tidak hanya melatih motorik halus, tetapi juga membangun rasa percaya diri, ketekunan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Dalam prosesnya, siswa dibimbing secara bertahap mulai dari menggambar pola, mencanting, hingga proses pewarnaan.
Guru pembimbing menyampaikan bahwa proses pengerjaan batik dilakukan dengan penuh kesabaran. Setiap goresan malam pada kain menjadi simbol perjuangan dan semangat untuk terus belajar. Hasil akhirnya pun sangat membanggakan—motif yang dihasilkan tampak rapi, harmonis, dan kaya warna.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat pendidikan inklusif yang terus dikembangkan di SMPN 25 Malang, yaitu memberikan ruang yang setara bagi seluruh peserta didik untuk berkembang sesuai potensi masing-masing. Melalui karya batik ini, sekolah ingin menegaskan bahwa setiap anak memiliki “Tangan Emas” yang mampu menghasilkan karya luar biasa apabila diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.
Semoga karya ini menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus menghargai proses, merayakan keberagaman, dan menumbuhkan semangat berkarya tanpa batas![]()
![]()